Bukittinggi

Viral Video Penindakan Tilang, Kasat Lantas Polresta Bukittinggi Buka Suara

Bukittinggi, BDI – Beberapa hari ini viral video penindakan pelanggaran lalu lintas di Kota Bukittinggi yang dilakukan secara mobile (hunting) di beberapa platform berbagi video seperti Tiktok dan Instagram. Beberapa videopun ditag oleh netizen ke akun media sosial Bukittinggi Dot Info.

Dari pengamatan tim BDI, pada Selasa 8 Agustus 2023 sempat trending tagar “NMAX HITAM & BIDAN RACING” serta tagar “KOTA TILANG” di media sosial. Berbagai tanggapan dari netizenpun bermunculan di kolom komentar video. Ada yang negatif dan positif.

Terkait hal tersebut, BDI mencoba mengklarifikasi langsung kepada Kasat Lantas Polresta Bukittinggi AKP Ghanda Novidiningrat melalui sambungan chat whatsapp pada Rabu 9 Agustus 2023.

penindakan pelanggar lalu lintas

Kasat Lantas menjelaskan bahwa cara penindakan pelanggar lalu lintas yang dilakukan oleh Satlantas saat ini adalah sesuai dengan instruksi terakhir dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia yaitu tidak melakukan secara stationer tapi sistem mobile (hunting). Ketika ditemukan pelanggaran baru ditindak.

“Terkait video-video tersebut, namanya pengendara yang melanggar dan ditindak atas pelanggarannya wajar saja merasa tidak senang” ucap Kasat Lantas

“Kalau pengendara itu tidak melanggar, tentunya tidak perlu takut dan kabur. Pengendara yang kabur tentunya ada pelanggaran yang telah dia lakukan. Sehingga takut tertangkap dan kabur” sambung AKP Ghanda.

Tim BDI mencoba memperhatikan beberapa video yang di tag ke media sosial BDI. Ternyata memang didapatkan di beberapa video pengendara lalu lintas yang melakukan pelanggaran kasat mata. Seperti tidak menggunakan helm dan menggunakan knalpot brong (bising).

Baca Juga  Polresta Bukittinggi Launching Kampung Bebas Narkoba

Terakhir Kasat Lantas menghimbau kepada semua pengendara

“Jika berkendara, lengkapilah semua kelengkapan kendaraan dan taati aturan lalu lintas. Dan jika tidak melakukan pelanggaran, jangan lari dari petugas yang ditakutkan bisa berakibat kecelakaan yang merugikan pengendara itu sendiri” himbau Kasat Lantas. (Angah)