Artikel

Mau Mudik? Perhatikan Durasi Maksimal Mengemudi Ini

Oto – Tidak terasa sebentar lagi Bulan Suci Ramadhan 1444 Hijriah akan segera meninggalkan kita. Seperti biasa kebiasaan hampir seluruh umat muslim di Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri yaitu mudik ke kampung halaman.

Sudah berlangsung bertahun-tahun, setiap mudik lebaran para pemudik lebih suka menggunakan kendaraan sendiri untuk menuju daerah tujuannya masing-masing. Mungkin dengan pertimbangan kepraktisan selama berada di kampung halaman dan juga selama dalam perjalanan mudiknya.

Kebiasaan ini sering kali menimbulkan kemacetan sepanjang jalan yang ditempuh oleh para pemudik. Bahkan jarak tempuh ratusan kilometer pun ditempuh oleh pemudik untuk mencapai kampung halamannya. Seperti kita ketahui, tubuh manusia memiliki batas kekuatan tertentu. Untuk itu perlu diperhatikan durasi maksimal mengemudi yang aman untuk anda yang ingin mudik lebaran.

Dikutip dari website Suzuki dalam titik kelelahan, tidak hanya otot yang lemas, konsentrasi dan refleks pun jadi berkurang. Inilah alasan kenapa Anda harus segera beristirahat jika sudah merasa lelah saat mengemudi.

Lantas, kapankah kita harus beristirahat saat mengemudi?

Sebenarnya di Indonesia aturan terkait durasi maksimal mengemudi sudah tertuang dalam Undang-undang pasal 90 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, yang menyebut jika durasi mengemudi maksimal adalah 8 jam sehari untuk mereka para pengemudi, atau bekerja mengemudikan angkutan umum dan barang.

Detailnya, Anda diizinkan untuk mengemudi selama 4 jam secara berturut-turut, setelah itu diwajibkan untuk beristirahat minimalnya 30 menit.

Baca Juga  Mengenal Undang-undang Tentang Pelaku Peretasan

Serupa dengan di Indonesia, di negara-negara Eropa pun berlaku aturan yang hampir mirip, yakni durasi kerja untuk para pengemudi, baik itu angkutan umum atau barang, maksimal 8 jam dengan catatan Anda wajib beristirahat selama 45 menit setelah berkendara selama 4.5 jam.

Aturan ini tertuang jelas dalam Regulation (EC) No 561/2006, dan masih berlaku hingga saat ini. Jika aturan ini dibantah, ada sanksi tegas bagi pengemudi.

Kenapa ada batasan waktu mengemudi?

Aturan dasar wajib beristirahat setelah berkendara 4 jam merupakan hasil kajian ilmiah yang menyebut jika tubuh manusia butuh waktu untuk memulihkan konsentrasi dan daya refleks, demi menghindar dari resiko kecelakaan karena kelelahan atau gangguan microsleep.

Durasi Maksimal Mengemudi

Meskipun hanya berlangsung singkat, sekitar 4-5 detik saja, microsleep bisa sangat berbahaya. Anda akan kehilangan kontrol, dan memuat oleng. Jika sudah begini, keselamatan Anda dan pengguna jalan lainnya bisa terancam, apalagi jika mengemudi dengan kecepatan tinggi.

Di waktu beristirahat, Anda disarankan untuk tidur sejenak. Tapi jika tidak memungkinkan, Anda bisa sedikit bersantai sambil menikmati segelas kopi. Jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, mengingat dehidrasi pun bisa menyebabkan Anda kehilangan konsentrasi.

Ingat, jangan memaksakan diri hanya karena dikejar waktu. Tetap utamakan keselamatan, pasalnya ada keluarga yang sedang menunggu kepulangan Anda di rumah. Selamat berkendara! (Angah)