Sumbar

Ismunandi Sofyan Jawab Pertanyaan Kenapa Bundo Kanduang Dibawa Studi Tiru ke Pulau Bali

Padang – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Ismunandi Sofyan, SE membawa beberapa Bundo Kanduang untuk lakukan studi tiru ke pulau Bali beberapa waktu lalu (4 April 2023).

Dalam acara yang sudah lama digagas tersebut menyertakan perwakilan dari Dinas Kebudayaan Sumatera Barat beserta Ismunandi sendiri yang mendampingi rombongan Bundo Kanduang.

Namun setelah kegiatan tersebut selesai ada beberapa orang yang mempertanyakan kenapa para Bundo Kanduang malah dibawa ke Bali, sedangkan Pulau Bali sendiri terkenal sebagai salah satu tujuan utama pariwisata di Indonesia. Dan juga pakaian para turis disana yang membuka aurat sangat bertentangan dengan budaya Minangkabau yang kental dengan agama Islam.

Saat dihubungi Bukittinggi dot Info, Ismunandi Sofyan menjelaskan alasannya membawa para Bundo Kanduang untuk studi tiru ke pulau Bali.

“Tujuan utama kegiatan studi tiru yang kami adakan kemaren ke Pulau Bali bukan untuk berwisata atau melihat pariwisata Bali. Tetapi adalah untuk mempelajari bagaimana masyarakat Bali mempertahankan kebudayaannya ditengah tingginya “hantaman budaya asing” masuk seiring banyaknya wisatawan datang tiap harinya” jelas Ismunandi.

“Disana rombongan melihat sendiri bagaimana pakaian tradisional Bali bisa dengan mudah ditemukan dipakai oleh masyarakat. Upacara-upacara tradisional dan keagamaan di Bali masih tetap berlangsung dengan nuansa budaya tradisional yang sangat kental” sambungnya.

“Di Bali ada istilah Pecalang. Para Pecalang itu walaupun berada di daerah tujuan wisata, mereka tetap bangga memakai pakaian tradisional Bali. Ini yang harus kita tiru” lanjutnya.

Baca Juga  Wujud Keprihatinan, Dunsanak Ismunandi Antarkan Bantuan Untuk Korban Longsor Maninjau

“Kami ingin masyarakat kita di Sumatera Barat bisa bangga dengan budaya sendiri dan bisa mempertahankannya ditengah gempuran budaya luar yang masuk tanpa bisa kita bendung. Makanya kita datang langsung ke Bali untuk belajar dan meniru masyarakat Bali tentang kiat-kiat dan cara mereka mempertahankan budayanya” tegas Ismunandi.

“Kita berharap, semua ilmu yang didapatkan oleh semua Bundo Kanduang selama berada di Bali kemaren bisa ditularkan kepada semua yang ada di kampung halaman. Kita populerkan kembali budaya kita ke dunia internasional. Jangan sampai budaya kita tergerus oleh budaya asing yang masuk ke kampung halaman kita” tutup Ismunandi. (Angah)