Beberapa Kali Terjadi Kasus Pencabulan, Marfendi: Ini Kejahatan Moral Yang Memalukan

Bukittinggi, Bukittinggi.Info – Kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur kembali menghebohkan Kota Bukittinggi setelah sebelumnya dilakukan oleh tersangka yang berprofesi sebagai wakil kepala sekolah terhadap anak rekan kerjanya dan yang terbaru dilakukan oleh oknum Linmas dengan korban 6 orang anak dibawah umur. Kejadian ini tentu sangat mengkhawatirkan banyak pihak terutama orang tua.

Kekhawatiran ini disampaikan langsung oleh Kasatreskrim Polres Bukittinggi AKP Ardiansyah Rolindo dalam konferensi pers pada senin 12/09 di mako Polres Bukittinggi.

“Selama ini kita sering terfokus pada penanganan tersangka pelaku kasus pencabulan, sedangkan kurang penanganan terhadap korban. Sesuai pengalaman kami selama ini, dari seluruh tersangka yang ada, sekitar 50% lebih ternyata tersangka merupakan korban dari kejadian yang sama di masa lalunya” ucap Rolindo.

“Kami menginginkan kita melakukan penanganan khusus juga kepada korban supaya dimasa depan, mereka tidak menjadi pelaku tindak pencabulan. Ini perlu kerjasama kita semua. Kita perlu mendatangkan para ahli untuk mengobati para korban pelecehan ini supaya kejadian ini bisa diminimalisir dan semoga bisa dihilangkan dimasa yang akan datang” harap Kasatreskrim.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi Marfendi kepada Bukittinggi.Info (13/09).

“Kejadian ini adalah kejahatan moral yang sangat memalukan, namun terjadi di kampung kita. Ini sungguh memprihatinkan mengingat korban bisa berpotensi berubah menjadi pelaku dimasa yang akan datang” ucap Buya Marfendi.

“Pemerintah kota Bukittinggi sangat berbelasungkawa atas kejadian ini. Kasus ini sebenarnya musibah yang sangat besar ketika terjadi di tengah-tengah kita. Ini merupakan sebuah tugas yang cukup panjang yang harus kita selesaikan bersama. Kita harus membangun tidak hanya fisik manusianya, tetapi juga harus membangun moral, akhlak dengan pendidikan agama yang kuat” sambung Marfendi

“Hal ini tentu terkait dengan bagaimana kuatnya keyakinan seseorang terhadap agamanya dan juga berkaitan dengan masalah sosial kemasyarakatan yang ada di kota yang cukup berat. Kejadian ini adalah pekerjaan yang cukup berat, tetapi harus kita selesaikan agar kedepannya anak kemenakan kita terjaga dari berbagai kejahatan dan penyakit masyarakat” lanjutnya.

“Untuk mengantisipasi kejadian ini, tentu tidak bisa dibebankan kepada pemerintah kota saja. Tetapi perlu kerjasama semua pihak baik niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, tokoh masyarakat dan semua komponen masyarakat agar kejadian-kejadian serupa baik pelecehan dan penyakit masyarakat lainnya tidak terjadi lagi dimasa yang akan datang” tutup Wakil Wali Kota (Angah)