Artikel

Awas!! Penggunaan Minyak Jelantah Berulang ulang dapat Membahayakan Kesehatan Kita

Minyak jelantah atau minyak goreng bekas adalah minyak yang sudah beberapa kali digunakan sehingga mengakibatkan menurunnya kualitas dari minyak jelantah itu sendiri. Minyak jelantah merupakan limbah yang dihasilkan oleh rumah tangga yang termasuk kategori limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun).

Biasanya masyarakat banyak yang menggunakan minyak goreng dengan pemakaian lebih dari 4 kali, sebagai salah satu cara yang dilakukan untuk menghemat pengeluaran untuk membeli minyak goreng.

Apakah hal ini efektif dilakukan?? Atau justru akan menambah pengeluaran karena menjadikan tubuh kita sarang penyakit?

Kandungan didalam minyak jelantah

Minyak yang sudah digunakan beberapa kali biasanya akan bau tengik, rasanya yang berubah, juga terdapat kerusakan struktur vitamin dan asam lemak essensial yang terkandung didalamnya. Hal itulah yang menyebabkan banyaknya penyakit yang timbul setelah menkonsumsi minyak jelantah. Meningkatnya kandungan asam lemak bebas dan angka peroksida didalam minyak yang akan mengakibatkan terjadinya oksidasi yang menyerang jaringan sel tubuh manusia.

Penyakit yang ditimbulkan setelah konsumsi minyak jelantah

Meningkatkan kadar kolesterol didalam tubuh

Menyebabkan penyakit jantung

Menyebabkan kanker

Dampak minyak jelantah terhadap lingkungan

Dapat menyumbat drainase

Dapat mencemarkan air

Dapat menimbulkan pencemaran tanah
Solusi

Untuk mengurangi terjangkitnya penyakit adalah dengan cara menghindari pemakaian minyak lebih dari 2 kali dan juga mengurangi konsumsi makanan yang diolah dengan cara digoreng menggunakan banyak minyak.

Baca Juga  Mengenal Pasal 303 KUHP

Untuk mengurangi dampak minyak jelantah bagi lingkungan yaitu bisa dilakukan regenerasi limbah minyak jelantah dengan adsorben arang aktif dan juga ampas lengkuas. Kemudian hasil regenerasi bisa diolah menjadi biodiesel, lilin, pupuk untuk tanaman, sabun, bahan bakar lampu minyak dan masih banyak lagi.

Ingat jangan gunakan minyak goreng lebih dari 2 kali pemakaian !

Jangan buang limbah minyak jelantah sembarangan !

Penulis : Novita Melinda – Mahasiswa Departemen Kimia UNP